Punya orang tua atau saudara yang menderita diabetes? Wajar jika Anda khawatir, sebab diabetes memang kerap dikaitkan dengan faktor keturunan. Banyak yang bertanya-tanya, apakah diabetes karena keturunan bisa dicegah?
Faktanya, meski faktor genetik meningkatkan risiko, bukan berarti Anda pasti akan mengalami diabetes di kemudian hari. Masih banyak faktor lain yang bisa dikendalikan, mulai dari pola makan, berat badan, hingga aktivitas fisik.
Nah, artikel ini akan membahas bagaimana cara menurunkan risiko diabetes meskipun Anda memiliki riwayat keturunan, sekaligus tips menjaga gaya hidup sehat sejak dini. Yuk, cari tahu caranya!
Apa Itu Diabetes dan Apa Peran Keturunan dalam Risiko Penyakit Ini?
Dikutip melalui salah satu artikel ilmiah yang terbit di Journal of Healthcare Technology and Medicine, diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan pada sekresi insulin, kerja atau keduanya.
Jadi, kenaikan gula dalam darah yang terbilang tinggi menunjukan indikasi diabetes melitus. Gula darah menjadi tinggi bisa disebabkan produksi hormon insulin yang rendah (gangguan sekresi insulin), hormon insulin bekerja secara abnormal, atau kombinasi keduanya.
Lalu, berapa kadar gula dalam darah untuk bisa disebut tinggi? Menurut American Diabetes Association (ADA), seseorang dikatakan memiliki gula darah tinggi jika kadar gula puasanya (minimal 8 jam sebelum makan atau minum) ada di angka 126 mg/dL (miligram per desiliter).
Mengecek kadar gula dalam darah perlu memperhatikan jam makan. Sebab, sesaat setelah makan sampai beberapa menit kedepan akan ada kenaikan gula darah. Hal ini normal, sehingga ada pengecekan gula darah puasa dan juga gula darah sewaktu.
Mengenai pertanyaan, apakah diabetes karena keturunan bisa dicegah? Maka perlu memahami dulu ada tidaknya kaitan atau hubungan antara keturunan dengan diabetes itu sendiri.
Dikutip melalui salah satu artikel ilmiah yang terbit di jurnal Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Menjelaskan bahwa penyakit diabetes melitus disebabkan oleh banyak faktor.
Faktor penyebab ini terbagi menjadi dua, yakni faktor resiko yang tidak dapat diubah. Seperti faktor jenis kelamin, usia, dan faktor keturunan. Sementara faktor resiko kedua adalah yang bisa diubah. Seperti pola makan, berat badan, gaya hidup (merokok), dll.
Jadi, memang benar ada hubungan sangat erat antara faktor genetik atau keturunan dengan diabetes. Seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini. Maka resiko menderita penyakit diabetes menjadi lebih tinggi. Namun, sekali lagi ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menderita diabetes.
Apakah Semua Orang yang Punya Keturunan Diabetes Pasti Terkena?
Jika memang ada faktor keturunan dalam meningkatkan resiko seseorang menderita diabetes. Lalu, apakah semua orang dengan faktor ini pasti menderita diabetes? Jawabannya adalah tidak, karena masih banyak faktor yang menyebabkan diabetes.
Dikutip melalui GWS Medika, pada diabetes tipe 1 jika salah satu orang tua mengidap diabetes maka resiko anak diabetes tipe 1 antara 6-9%. Sementara jika kedua orang tua diabetes tipe 1, maka resiko meningkat menjadi 20-25%.
Pada diabetes tipe 2, jika salah satu orang tua menderita diabetes maka resiko anak menderita diabetes tipe 2 adalah antara 30-40%. Sementara jika kedua orang tua menderita diabetes tipe 2, resiko meningkat menjadi 70-80%.
Melalui penjelasan tersebut, tentunya bisa dipahami bahwa tidak semua orang dengan orang tua yang menderita diabetes pasti menderita diabetes juga. Sebab tidak sampai 100% orang dengan faktor keturunan mengalami diabetes melitus.
Cara Efektif Mencegah Diabetes Meski Ada Riwayat Keturunan
Melalui penjelasan sebelumnya, maka bisa dipahami bahwa setiap orang dengan keluarga yang menderita diabetes berpeluang untuk bebas dari diabetes. Sebab, sekali lagi tidak ada orang dengan faktor keturunan memiliki resiko sampai 100%.
Sebagai contoh mengacu pada penjelasan di atas, jika kedua orang tua menderita diabetes tipe 1 dengan resiko 20% anaknya menderita diabetes tipe 1 juga. Maka dari 100 anak dengan kondisi ini, ada 20 anak yang menderita diabetes. Sementara 80 anak lainnya tidak menderita diabetes. Anda bisa menjadi salah satu dari 80 anak tersebut.
Dalam kondisi ini, maka bisa fokus pada berbagai faktor yang bisa diubah. Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mencegah diabetes bagi orang yang memiliki faktor keturunan:
1. Meningkatkan Pengetahuan Tentang Diabetes
Langkah pertama yang paling mendasar adalah memahami diabetes itu sendiri. Pengetahuan yang cukup akan membantu Anda mengenali faktor-faktor yang meningkatkan kadar gula darah, seperti makanan tertentu, kurang aktivitas fisik, hingga stres.
Studi dalam jurnal An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat menyebutkan bahwa orang dengan pemahaman baik tentang diabetes cenderung memiliki kontrol kesehatan yang lebih baik. Dengan begitu, Anda tidak hanya bisa mencegah, tetapi juga bisa membuat keputusan gaya hidup yang lebih sehat dan terarah.
2. Mengonsumsi Makanan Sehat
Setelah memahami risiko, Anda bisa mulai menyesuaikan pola makan. Prinsipnya sederhana: konsumsi lebih banyak makanan alami yang minim proses, seperti buah-buahan, sayuran segar, biji-bijian, dan sumber protein tanpa lemak.
Penting juga untuk memperhatikan porsi makan dan waktu makan yang teratur. Hindari makanan tinggi gula, karbohidrat olahan, serta lemak trans yang bisa mempercepat lonjakan gula darah. Kombinasi pola makan seimbang dan sadar nutrisi akan membantu menjaga kestabilan metabolisme.
3. Rutin Melakukan Olahraga
Setelah makan terkontrol, aktivitas fisik menjadi kunci selanjutnya. Olahraga membantu tubuh memproses glukosa dengan lebih efisien dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Tak perlu olahraga berat — cukup jalan kaki 30–60 menit setiap hari, bersepeda, senam atau ikut kelas yoga. Yang penting adalah konsistensi. Tubuh yang aktif akan memperkecil kemungkinan terjadinya resistensi insulin yang menjadi pemicu utama diabetes tipe 2.
Lalu, apakah rutin berolahraga dapat secara langsung menyembuhkan diabetes? Yuk, temukan jawabannya dalam artikel berikut -> Apakah Diabetes Bisa Sembuh Dengan Olahraga?
4. Menghindari Kebiasaan Merokok dan Minuman Beralkohol
Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol bukan hanya buruk untuk jantung, tetapi juga sangat memengaruhi risiko diabetes. Rokok dapat mengganggu fungsi insulin, sementara alkohol bisa memicu lonjakan atau penurunan drastis kadar gula darah.
Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, kebiasaan ini sebaiknya segera dihentikan. Dengan menjauhinya, Anda tidak hanya melindungi diri dari diabetes, tetapi juga dari berbagai komplikasi kesehatan lainnya.
5. Rutin Mengecek Kadar Gula dalam Darah
Cek gula darah bukan hanya untuk orang yang sudah didiagnosis diabetes. Jika Anda punya faktor keturunan, pengecekan rutin sangat disarankan untuk deteksi dini.
Kini, pemeriksaan bisa dilakukan di banyak tempat dengan mudah: puskesmas, apotek, klinik, bahkan melalui alat cek mandiri di rumah. Dengan tahu angkanya, Anda bisa ambil langkah lebih cepat sebelum gula darah masuk ke fase pra-diabetes atau lebih parah.
6. Rutin Melakukan Skrining Diabetes
Satu langkah penting yang masih sering dilewatkan adalah skrining. Ini bukan sekadar cek gula darah, tetapi juga melihat kondisi metabolisme secara menyeluruh dan evaluasi kebiasaan hidup Anda.
Contohnya adalah layanan skrining diabetes dari Autoimuncare, yang bisa membantu Anda memantau gaya hidup, asupan makanan, dan kebiasaan harian. Dengan pendampingan ahli, Anda akan tahu apakah risiko Anda tergolong rendah atau perlu perhatian khusus, dan bisa langsung diarahkan ke perubahan yang tepat.
Itulah penjelasan tentang risiko diabetes akibat faktor keturunan yang ternyata masih bisa dicegah. Ingat, memiliki riwayat keluarga bukan berarti Anda pasti akan mengalami hal yang sama. Kuncinya adalah menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, dan mengontrol faktor risiko lainnya sedini mungkin.
Sebagai langkah tambahan, Anda juga bisa mempertimbangkan dukungan alami dari dalam tubuh. Salah satu yang bisa menjadi pilihan adalah G-CARE, herbal modern dengan kandungan ekstrak herbal pilihan, yang diformulasikan khusus untuk membantu menurunkan kadar gula darah secara alami.
Dengan menjaga gaya hidup sehat dan dukungan yang tepat, risiko diabetes bisa diminimalkan, bahkan bagi Anda yang punya riwayat keturunan sekalipun.
Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah jaga gula darah Anda sejak sekarang, demi hidup yang lebih sehat dan bebas cemas.
Dapatkan informasi seputar diabetes lainnya dalam kumpulan artikel berikut: