Apa Itu Kreatinin dan Cara Ampuh Menurunkannya Secara Alami

Ditinjau oleh

cara menurunkan kreatinin tinggi
cara menurunkan kreatinin tinggi

Banyak orang merasa panik saat hasil lab menunjukkan kadar kreatinin yang tinggi. Pertanyaan seperti “Apakah ginjal sudah rusak?” atau “Apakah ini sudah stadium akhir?” sering kali muncul dan menambah kecemasan.

Padahal, tingginya kadar kreatinin bisa diturunkan dengan langkah yang tepat. Yuk cari tahu apa itu kreatinin tinggi, apa penyebabnya, dan bagaimana cara menurunkan kreatinin secara alami pada artikel ini!

Apa Itu Kreatinin?

Kreatinin (creatinine) adalah produk limbah yang dihasilkan dari pemecahan kreatin dalam otot. Ketika kreatin dipecah, kreatinin terbentuk kemudian dilepaskan ke dalam darah dan disaring oleh ginjal serta dibuang melalui urine.

Kadar kreatinin yang tinggi menandakan bahwa ginjal tidak optimal dalam menyaring darah. Permasalahan kesehatan, seperti penyakit ginjal kronis juga ditandai dengan tingginya kreatinin. Kadar kreatinin normal dalam tubuh sekitar 0,6 – 1,2 mg/dL bagi pria dewasa dan 0,5 – 1,1 mg/dL bagi wanita dewasa.

Kenapa Kreatinin Bisa Tinggi?

Kadar kreatinin yang tinggi menunjukkan bahwa ginjal tidak bekerja secara optimal. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan tingginya kadar kreatinin:

1. Penyakit Ginjal

Idealnya, kreatinin harus disaring oleh ginjal sebelum dikeluarkan oleh urine. Itulah mengapa kadar kreatinin yang tinggi menandakan bahwa ada yang tidak beres dengan ginjal Anda.

Berikut beberapa indikasi penyakit ginjal yang ditandai dengan meningkatnya kreatinin

  • Infeksi ginjal.
  • Glomerulonefritis, yaitu peradangan pada struktur ginjal yang menyaring darah.
  • Batu ginjal yang menyumbat saluran kemih.
  • Gagal ginjal.

2. Dehidrasi Berat

Jika Anda mengalami dehidrasi berat dalam jangka waktu tertentu (biasanya 3 bulan) akan membuat glomerulus (penyaring darah) tidak berfungsi dengan baik. Padahal, seharusnya glomerulus ginjal berperan dalam proses penyaringan zat-zat sisa di dalam tubuh. Hal ini termasuk zat gizi yang berlebih.

3. Penyakit Kronis

Tidak hanya itu, beberapa penyakit seperti diabetes, asam urat, distrofi otot, hingga penyakit autoimun, bisa memengaruhi kerja ginjal dan glomerulus.

Hal tersebut akan meningkatkan kadar kreatinin dalam tubuh. Tekanan darah tinggi juga merusak pembuluh darah di sekitar ginjal, karena memaksa ginjal bekerja lebih keras dalam menyaring darah.

4. Meminum Suplemen Protein

Mengonsumsi protein dalam jumlah besar melalui makanan maupun suplemen gizi bisa meningkatkan kreatinin. Obat-obatan juga menyebabkan peningkatan serum kreatinin sementara atau merusak ginjal.

Cara Mengetahui Kreatinin Tinggi

Ada dua pemeriksaan yang bisa Anda lakukan untuk mengukur tingkat kreatinin dalam tubuh. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Tes darah

Darah yang digunakan untuk pemeriksaan kadar kreatinin diambil dari pembuluh darah vena pada lengan. Setelah dikumpulkan, sampel dikirimkan ke laboratorium untuk diukur kadar kreatininnya. 

Kreatinin darah normal sekitar 0,7–1,3 mg/dL untuk pria, dan 0,6–1,1 mg/dL untuk wanita. Hasil tes tersebut menunjukkan kadar kreatinin tinggi jika nilai kreatinin melebihi batas tertinggi dari rentang di atas.

2. Tes urine

Untuk melakukan pemeriksaan kreatinin melalui tes urine, biasanya dokter akan menganjurkan Anda untuk mengumpulkan sampel urine selama 24 jam. Kadar kreatinin urine normal berkisar antara 0.8–1.8 g/hari untuk pria dewasa dan 0.6–1.6 g/day untuk wanita dewasa.

Perlu diingat, hasil tes kreatinin tidak selalu sama pada setiap orang. Kadar kreatinin bisa berubah tergantung usia, jenis kelamin, ukuran tubuh, pola makan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan secara umum.

Gejala Kreatinin Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Tingginya kadar kreatinin seringkali tidak menimbulkan gejala awal. Namun, seiring dengan penurunan fungsi ginjal, berbagai gejala dapat muncul, seperti:

  • Gatal-gatal: Penumpukan racun bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit.
  • Perubahan dalam frekuensi buang air kecil: Peningkatan atau penurunan frekuensi buang air kecil.
  • Urine berbusa atau berdarah: Adanya protein atau darah dalam urine
  • Mual dan muntah: Penumpukan racun juga menyebabkan gangguan pencernaan.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Kadar Kreatinin Tinggi

Selain penyakit ginjal, ada beberapa faktor lain yang bisa memengaruhi tingginya kadar kreatinin dalam darah:

  • Usia: Kadar kreatinin cenderung meningkat seiring bertambahnya usia karena penurunan massa otot dan fungsi ginjal.
  • Jenis kelamin: Pria mempunyai kadar kreatinin lebih tinggi daripada wanita karena massa otot yang lebih besar.
  • Diet: Konsumsi daging merah berlebihan bisa meningkatkan kadar kreatinin sementara.
  • Obat-obatan: Beberapa obat, seperti antibiotik dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) bisa memengaruhi fungsi ginjal dan meningkatkan kadar kreatinin.

Cara Menurunkan Kreatinin Tinggi Secara Alami

Sebenarnya, cara terbaik untuk menurunkan kreatinin tinggi adalah dengan mengatasi penyebabnya. Namun, untuk membantu menurunkan kadar kreatinin tinggi, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini:

1. Menghentikan Konsumsi Suplemen Kreatin

Beberapa orang, terutama atlet, sering mengonsumsi suplemen kreatin untuk meningkatkan performa fisik. Namun, bila dikonsumsi jangka panjang, suplemen ini bisa meningkatkan kadar kreatin dalam darah. Oleh karena itu, Anda harus membatasi konsumsi suplemen ini agar kadar kreatin tetap normal.

2. Mengurangi Asupan Protein

Protein dari makanan memang penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, bagi Anda yang mengalami kreatinin tinggi, sebaiknya membatasi asupan protein dulu, ya. Hal ini untuk mengurangi produksi kreatinin di dalam tubuh sekaligus meringankan beban kerja ginjal. Setelah fungsi ginjal membaik dan kadar kreatinin kembali normal, asupan protein boleh dinaikkan kembali secara bertahap.

3. Mengonsumsi Lebih Banyak Serat

Mengonsumsi banyak serat bisa menurunkan tingginya kadar kreatinin. Oleh karena itu, cukupi asupan serat setiap harinya, baik dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, maupun kacang-kacangan.

4. Mengurangi Konsumsi Garam

Jika tidak dibatasi konsumsinya, garam (natrium) berlebih bisa merusak ginjal dan memperburuk ginjal yang sudah rusak, sehingga memicu tingginya kreatinin. Oleh karena itu, batasi asupan garam dan penyedap rasa untuk meringankan kerja ginjal, sehingga kadar kreatinin menurun.

5. Mengurangi Intensitas Olahraga

Olahraga dengan intensitas tinggi bisa menyebabkan kerusakan otot yang berkontribusi pada peningkatan produksi kreatinin. Agar kadar kreatinin kembali normal, lakukan olahraga dengan intensitas sedang atau ringan. Jika terbiasa angkat beban, gantilah dengan yoga atau jalan kaki.

6. Menjalani Prosedur Cuci Darah

Jika kreatinin tinggi disebabkan oleh gagal ginjal, dokter akan menyarankan prosedur cuci darah untuk menurunkan kadar kreatinin. Seberapa sering prosedur cuci darah akan disesuaikan dengan kondisi Anda dan seberapa parah tingkat kerusakan ginjal yang terjadi.

Cuci darah bertujuan untuk mengganti fungsi ginjal yang rusak sehingga tidak bisa menyaring dan membuang racun dari tubuh.

Kesimpulan

Kadar kreatinin tinggi bisa menjadi tanda adanya masalah pada ginjal. Tapi jangan langsung panik — Anda masih bisa menurunkannya secara alami dengan mengatur pola makan, memperbanyak serat, menghentikan suplemen kreatin, dan memilih olahraga yang lebih ringan.

Sebagai langkah tambahan, Anda bisa mempertimbangkan NEFRONA, obat herbal berbahan alami yang dirancang khusus untuk membantu menjaga dan melindungi fungsi ginjal. NEFRONA mengandung ekstrak tumbuhan pilihan yang dapat meringankan kerja ginjal sekaligus membantu menormalkan kadar kreatinin dengan cara alami.

Jangan tunggu sampai terlambat. Mulailah dari sekarang untuk menjaga kesehatan ginjal Anda dengan pendekatan yang tepat dan dukungan herbal yang aman.

Dapatkan informasi seputar penyakit ginjal dan saluran kemih lainnya, pada kumpulan artikel berikut:

Disclaimer: Konten artikel di Autoimuncare bertujuan untuk memberikan informasi umum seputar kesehatan. Kami merujuk pada literatur dan jurnal terpercaya sebagai sumber referensi. Namun, informasi yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai diagnosis atau pengganti saran medis profesional. Setiap kondisi kesehatan dapat berbeda pada tiap individu.
Daftar Referensi​

Hello Sehat. Pilihan Cara Menurunkan Kreatinin Tinggi Secara Alami
https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/pilihan-cara-menurunkan-kreatinin-tinggi/

KlikDokter. Tips Menurunkan Kadar Kreatinin dalam Tubuh
https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/diet-nutrisi/tips-menurunkan-kadar-kreatinin-dalam-tubuh

Healthline. Cara Efektif Menurunkan Kadar Kreatinin
https://www.healthline.com/health/how-to-lower-creatinine

Halodoc. Penyebab Kreatinin Tinggi sebagai Tanda Gangguan Ginjal
https://www.halodoc.com/artikel/penyebab-kreatinin-tinggi-yang-jadi-tanda-gangguan-ginjal