Kenali Gejala dan Cara Mendeteksi Diabetes Sejak Dini!

Cara mendeteksi diabetes
Cara mendeteksi diabetes

Pernahkah Anda merasa sering haus, mudah lapar, atau cepat lelah tanpa sebab yang jelas? Gejala-gejala ini bisa jadi tanda awal diabetes yang sering diabaikan. Padahal, jika tidak terdeteksi lebih dini, diabetes bisa memicu komplikasi serius seperti kerusakan ginjal hingga penyakit jantung.

Lantas, bagaimana cara memastikan apakah Anda mengidap diabetes atau tidak? Yuk, cari tahu cara mendeteksi diabetes pada artikel ini, sebelum terlambat!

Gejala Umum Diabetes yang Harus Diketahui

Semua penyakit, termasuk juga diabetes menunjukan gejala. Beberapa gejala tersebut sifatnya khas, apalagi jika ada lebih dari dua gejala. Jadi, cara mendeteksi diabetes yang paling mudah adalah dengan melihat ada tidaknya gejala diabetes yang mungkin Anda alami. 

Dikutip melalui WebMD, berikut adalah sejumlah gejala umum dari penyakit diabetes: 

1. Mudah Lapar 

Gejala umum yang pertama adalah mudah sekali lapar. Hal ini terjadi, karena secara alami tubuh mendapat energi dari gula di dalam darah. Supaya gula ini bisa dipecah dan diubah menjadi energi, tubuh memerlukan insulin dalam jumlah cukup dan kinerjanya normal. 

ProdukAici

Pada penderita diabetes, hormon insulin jumlahnya bisa rendah dan kinerjanya abnormal sehingga gagal mengolah glukosa. Tubuh akan mengirim sinyal ke otak untuk memunculkan rasa lapar. Penderita pun merasa mudah sekali lapar. 

2. Sering Kelelahan 

    Gejala umum selanjutnya dari diabetes adalah penderita sering mengalami kelelahan. Bahkan setelah beristirahat pun rasa lelah tersebut tidak kunjung reda dan terus berlanjut. 

    Hal ini terjadi karena tubuh mengalami kegagalan dalam mengolah kadar gula dalam darah menjadi energi. Sehingga tubuh kekurangan energi dan membuat tubuh mudah atau sering kelelahan. 

    3. Sering Buah Air Kecil 

    Gejala umum yang ketiga, penderita diabetes cenderung sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena kadar gula di dalam darah menjadi sangat tinggi. Sehingga ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula tersebut lewat urin. Alhasil, penderita akan lebih sering buang air kecil. 

    4. Lebih Sering Haus 

    Tingginya kadar gula dalam darah membuat buang air kecil lebih sering. Efek yang timbul dari gejala ini adalah penderita lebih mudah haus. Rasa haus yang berlebihan dan sulit hilang menjadi gejala umum diabetes selanjutnya. 

    5. Mulut Terasa Kering 

      Tingginya intensitas buang air kecil akan membuat kadar cairan di dalam tubuh menurun. Selain berimbas pada rasa haus yang muncul terus menerus. Juga menyebabkan mulut terasa kering. Hal ini sekaligus menjadi gejala umum dari diabetes. 

      6. Kulit Sering Gatal dan Kering 

        Tubuh yang kekurangan cairan karena sering buang air kecil akan membuat tidak hanya mulut yang kering, akan tetapi juga kulit. Jika kulit terlalu kering maka akan memunculkan sensasi gatal. 

        Untuk memahami lebih lanjut terkait sensasi gatal akibat diabetes, , yuk pelajari dalam artikel berikut Perbedaan Gatal Biasa & Gatal Diabetes yang Harus Diwaspadai.

        7. Pandangan Kabur 

          Kurangnya kadar cairan di dalam tubuh pada penderita diabetes juga berdampak pada indra penglihatan. Dimana memunculkan gejala berupa pandangan kabur. Hal ini terjadi karena minimnya kadar cairan membuat lensa mata membengkak. 

          8. Mengalami Penurunan Berat Badan 

            Sumber energi tubuh yang utama adalah dari gula di dalam darah. Berhubung penderita diabetes kesulitan memecahnya menjadi energi. Maka tubuh beralih ke sumber energi lain. Yakni dengan membakar lemak dan otot, sehingga penderita bisa mengalami penurunan berat badan dengan cepat. 

            Diabetes yang diketahui terbagi menjadi dua jenis, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 memiliki gejala yang nyaris mirip. Namun, terdapat beberapa perbedaan signifikan. Pada diabetes tipe 1 gejala dialami beruntun dalam tempo cepat sehingga mudah disadari. 

            Lain halnya dengan diabetes tipe 2, gejala yang muncul tidak bersamaan. Kemunculan gejala satu dengan lainnya bisa terdapat jarak, dan bahkan bisa sampai tahunan. Inilah alasan kenapa penderita diabetes tipe 2 baru sadar menderita penyakit ini setelah mengalami komplikasi. Misalnya luka yang tidak kunjung kering atau sembuh. 

            Baca juga: Kenali 10 Tanda Tubuh Kelebihan Gula dan Cara Mengatasinya

            Cara Mendeteksi Diabetes 

            Selain dari gejala, bagaimana saya tahu kalau saya menderita diabetes? Pertanyaan ini tentu akan muncul selanjutnya setelah memahami apa saja gejala umum diabetes. Gejala umum di atas bisa mirip dengan gejala penyakit lain. 

            Atau bahkan muncul ketika tubuh normal, tidak sakit dan tidak menderita penyakit. Misalnya, sering buang air kecil karena terlalu banyak minum atau karena suhu sedang turun (dingin). Memahami gejala penting agar bisa lebih waspada. 

            Namun, lebih pastinya Anda dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter. Secara medis, terdapat beberapa jenis pemeriksaan atau tes untuk membantu mendeteksi diabetes. Berikut penjelasannya: 

            1. Tes A1C

            Tes diabetes yang pertama dan umum diterapkan tenaga medis adalah tes A1C. Secara sederhana, tes A1C adalah tes darah untuk mengecek kadar hemoglobin (protein dalam sel darah merah) yang terikat dengan glukosa (gula). Semakin tinggi kadar gula dalam darah, maka semakin tinggi pula kadar hemoglobin. 

            2. Tes Gula Darah Sewaktu (GDS)

            Jenis tes kedua adalah GDS atau tes Gula Darah Sewaktu. Secara sederhana, tes ini juga merupakan tes darah untuk mengetahui kadar gula dalam darah dan bisa dilakukan kapan saja. Sehingga pasien tidak perlu puasa. 

            3. Tes Gula Darah Puasa (GDP)

              Selanjutnya adalah tes Gula Darah Puasa (GDP). Sesuai dengan namanya, tes ini merupakan tes darah untuk mengetahui kadar gula di dalam darah setelah menjalani puasa. Umumnya pasien akan diminta puasa 8 jam sebelumnya atau lebih sesuai instruksi dokter. 

              Selain melakukan salah satu atau beberapa tes di atas, Anda juga bisa mempertimbangkan layanan Skrining Diabetes yang kini tersedia di Autoimuncare Indonesia. Lewat layanan ini, Anda dapat mengetahui seberapa besar risiko terkena diabetes atau apakah selama ini sudah ada gejala yang terlewat.

              Mengapa penting? Karena banyak orang baru sadar terkena diabetes saat kondisinya sudah berat dan mulai muncul komplikasi. Dengan melakukan Skrining Diabetes lebih awal, Anda bisa lebih cepat melakukan langkah pencegahan dan perawatan sebelum kadar gula darah benar-benar mengganggu aktivitas dan kualitas hidup Anda.

              Langkah Selanjutnya Jika Terdiagnosa Diabetes 

              Jika sudah mengetahui menderita diabetes, apa yang sebaiknya dilakukan? Diabetes termasuk dalam jenis penyakit metabolik yang tidak bisa sembuh 100%. Namun, penderita bisa tetap menikmati hidup berkualitas lewat manajemen kadar gula darah. Berikut beberapa caranya: 

              • Menjaga pola makan rendah gula, silahkan melakukan konsultasi rutin dengan dokter maupun ahli gizi untuk mengetahui pola makan yang benar dan sehat bagi pasien diabetes. 
              • Aktif bergerak, atau dengan kata lain membangun kebiasaan rutin berolahraga. Bisa dimulai dari olahraga ringan seperti jalan kaki, sepeda santai di pagi atau sore hari, jalan atau lari di treadmill maupun di taman kota, dll. 
              • Rutin mengecek kadar gula dalam darah, jika diperlukan bisa membeli alat cek gula darah mandiri di rumah. 

              Jadi, cara paling bijak untuk mendeteksi diabetes dan untuk mengetahui apakah Anda menderita diabetes atau tidak, adalah dengan memahami gejalanya dan segera melakukan pemeriksaan medis. Ingat, diabetes termasuk penyakit yang bisa dikendalikan dengan pola hidup sehat, pola makan teratur, serta olahraga rutin.

              Sebagai langkah tambahan, Anda juga bisa memanfaatkan herbal alami yang telah terbukti membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Salah satunya adalah G-CARE, solusi herbal yang diformulasikan khusus untuk mendukung kesehatan penderita diabetes.

              Jangan tunggu sampai muncul komplikasi, segera lakukan pencegahan dan pengelolaan yang tepat sejak dini!

              Dapatkan informasi seputar diabetes lainnya dalam kumpulan artikel berikut:

              D’Arrigo, K., & Key, A. P. (2024). Early signs and symptoms of diabetes. WebMD. Diakses pada 4 Juli 2025, dari https://www.webmd.com/diabetes/understanding-diabetes-symptoms

              Kudva, E. Y. (2024). Type 1 diabetes FAQs. Mayo Clinic. Diakses pada 4 Juli 2025, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/diagnosis-treatment/drc-20371451

              National Health Service (NHS). Type 2 diabetes symptoms. Diakses pada 4 Juli 2025, dari https://www.nhs.uk/conditions/type-2-diabetes/symptoms/